Mudik Diperbolehkan Pengaruhi Pengunjung Mal sampai 80 Persen


JawaPos.com – Masyarakan yang tidak melakukan perjalanan mudik di hari raya Lebaran mayoritas pergi ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan atau mal. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja mengatakan, pengunjung mall meningkat sejak sepekan terakhir Ramadan dan Idul Fitri.

Menurutnya, masyarakat yang pergi ke pusat perbelanjaan sepekan terakhir Ramadan mayoritas untuk memenuhi kebutuhan pakaian dan keperluan rumah tangga menjelang Lebaran.

“Puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan biasanya terjadi sekitar satu minggu sebelum hari Idul Fitri dengan didominasi belanja kebutuhan sandang atau busana dan keperluan rumah tangga,” kata Alphonzus kepada JawaPos.com, Rabu (4/5).

Alphonzus mengungkapkan, untuk Ramadan tahun 2022, puncak kunjungan ke pusat perbelanjaan telah terjadi pada tanggal 23 – 24 April 2022 yang lalu.

Ia menyebut, pada saat Idul Fitri, umumnya kunjungan masyarakat ke mall pada hari kedua akan lebih tinggi daripada hari pertama. Masyarakat akan lebih banyak berbelanja untuk kategori makanan dan minuman serta hiburan.

“Diperbolehkannya mudik Lebaran berdampak terhadap kunjungan ke Pusat Perbelanjaan yang berada di kota-kota besar, khususnya Jakarta,” ungkapnya.

Alphonzus menambahkan, kemudahan dan pelonggaran untuk bepergian ke luar negeri juga mempengaruhi tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan, khususnya Pusat Perbelanjaan kelas menengah atas.

Adapun rata-rata tingkat kunjungan pada saat Ramadan dan Idul Fitri tahun 2022 ini tetap meningkat lebih tinggi yaitu sekitar 30 persen dibandingkan dengan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2021 yang lalu.

“Peningkatan kunjungan pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diharapkan nantinya dapat menjadikan rata-rata tingkat kunjungan ke mal pada tahun 2022 yang mencapai 70 – 80 persen yang lebih baik dari tahun 2020 yang hanya mencapai 50 persen dan tahun 2021 yang hanya mencapai 60 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »