Daya Tarik
Belitung

Setiap destinasi memiliki daya tarik yang wajib untuk di jelajahi

Pantai Tanjung Tinggi

Merupakan salah satu pantai yang sangat indah, sering dijadikan tempat syuting film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang diangkat dari novel fenomenal karya anak muda Pulau Belitung Andrea Hirata. Jarak tempuh dari pusat kota Tanjungpandan 30 km. Disepanjang pesisir pantai berpasir putih bersih dihiasi batu-batu besar tertata rapi secara alam, membuat panorama sekitar sangat mempesona dan mengagumkan atas Kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Keistimewaan lain, mempunyai ombak yang tenang air yang bersih aman untuk berenang dan berperahu. Tak heran pantai ini selalu ramai dikunjung apalagi pada hari libur.

Untuk mengenang kunjungan ketempat ini jangan lupa menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang papan yang bertuliskan “lokasi syuting film Laskar Pelangi”. Bagi anda penggemar makanan enak, di areal pantai Tanjung Tinggi banyak restoran yang menawarkan seafood khas Belitung menjadi menu utama seperti : gangan kepala ikan ketarap, pepes ikan bulat, goreng cumi, udang atau rebus kepiting. Kemudian jiak anda ingin bermalam masih dalam kawasan ini terdapat Lor In Hotel and Resort.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas, berada di sebelah utara Pulau Belitung, Anda hanya perlu menempuh jarak sekitar 30 menit untuk menyeberang ke pulau ini. Hal yang menarik dari Pulau Lengkuas adalah mercusuar yang menjulang tinggi di tengah-tengah pulau. Mercusuar ini sudah berdiri sejak tahun 1882. Sampai saat ini mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai pemandu kapal yang masuk dan keluar melalui pelayaran laut Tanjung Binga dan sekitarnya. Untuk melengkapi kesan yang mendalam kepada wisatawan, petugas akan senantiasa mempersilahkan naik ke menara. Dari atas menara dengan ketinggian 70 m, wisatawan dapat melihat panorama laut paling menakjubkan dipastikan akan mendapatkan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Disekitar pulau ini terdapat taman-taman laut dengan keaneka ragaman biota lautnya. Lebih menarik lagi terdapat kapal “Indomarine” yang tenggelam sekitar tahun 1990

Pantai Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang – Merupakan salah satu obyek wisata pantai yang terdapat di wilayah Kecamatan Sijuk. Tempat ini selalu menjadi tujuan favorit wisatawan. Jarak Tanjung Kelayang dari Pusat Kota Tanjungpandan 27 km,
ada hal yang menarik dari pantai ini yaitu, tampak dengan jelas ditengah laut batu Kepala Burung Garuda, merupakan maskot Pantai Tanjung Kelayang berikut keanekaragaman letak posisi batu yang terkesan unik dan menarik.
Setiap tahun pada bulan Oktober pantai Tanjung Kelayang dijadikan pusat titik labuh kapal layar para yachter yang tergabung dalam kegiatan Sail Indonesia. Di pantai wisata Tanjung Kelayang terdapat cottage yang bangunannya disesuaikan dengan kondisi alam sebagai tempat wisatawan menginap dan bermalam disana. Disamping itu sudah berdiri
Amphiteather, sebuah bangunan megah yang dapat dipergunakan untuk pertunjukan kesenian dan kegiatan lain.

Pulau Leebong

Pulau Leebong terletak di barat daya Pulau Belitung. Leebong adalah pulau seluas 37 hektar, terletak 3 kilometer dari daratan pulau Belitung. Hanya 1 jam penerbangan dari Jakarta, pulau ini dikenal sebagai salah satu pulau yang menakjubkan dengan keindahan alamnya. Dikelilingi oleh hamparan pasir putih yang luas, dengan kekayaan hutan tropis alami yang unik dengan daun simpor yang unik, dikombinasikan dengan mangrove membuat pulau ini begitu indah.

Desain rumah pantai yang alami dengan perpaduan kayu jati dan atap “alang-alang” mencerminkan arsitektur tradisional Indonesia dan selaras dengan alam sekitarnya. Angin laut dan suara ombak memberi ketenangan dan suasana eksotis khas pantai. Mengalami momen kedamaian dan ketenangan malam, berenang atau mengayuh di bawah bintang-bintang. Buat kenangan tak terlupakan Anda di pulau Leebong, hidup nyaman dengan alam yang menakjubkan.

Pulau Batu Berlayar

Pulau Batu Belayar Pulau Batu Belayar – Merupakan sebuah sebuah pulau kecil dimana pada bagian tengah pulau berdiri beberapa buah batu granit besar tersusun rapi diatas pasir putih yang dikelilingi air laut nan jernih. Tempat ini mudah dicapai menggunakan kendaraan boat nelayan sekitar 10 menit dari Pantai Tanjung Kelayang. Bila air laut pasang maka seluruh permukaan pulau tersebut akan digenangi air laut dan saat itulah keunikan batu-batu itu seakan tampak seperti sedang berlayar. Ketika air laut surut
pengunjung dapat singgah dan berjalan-jalan sambil berphoto. Kegitan lain yang dapat dilakukan disini adalah snorkeling juga menyelam karena disekitar terdapat spot-spot wisata bawah lautnya banyak terdapat beragam terumbu karang dan jenis ikan.

Desa Nelayan Tanjung Binga

Desa Nelayan Tanjung Binga – Sekitar 18 km dari Kota Tanjungpandan kearah utara terdapat sebuah desa di tepi pantai, yaitu Desa Nelayan Tanjung Binga. Disepanjang pantainya berjajar rumah-rumah nelayan yang tertata rapi.
Oleh sebab itu desa ini sangat menarik dan memiliki ciri khusus sebagai destinasi wisata. Daya tarik yang dapat dinikmati disini adalah kehidupan aktivitas sehari-hari para nelayan dalam mengolah hasil ikan tangkapannya. Disamping itu anda dapat berbincang-bincang dengan penduduknya mengenai berbagai hal tentang laut atau mencoba untuk melaut. Dihadapan pantai ini terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang menarik. Bahkan kita dapat melihat menara mercusuar Pulau lengkuas dengan jelas.

Pantai Tajung Pendam

Pantai Tanjung Pendam – terletak di Kota Tanjungpandan dengan luas sekitar 22 hektar. Berhadapan dengan pantai ini terdapat  Pulau Kalamoa, didalamnya ada tempat peribadatan masyarakat Thionghoa. Untuk memanjakan pengunjung tempat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas berupa; taman rekreasi, panggung hiburan, restoran, pasar seni, arena olah raga, shelter dan fasilitas lainnya. Hampir tiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan sekedar untuk relax, membeli makanan, souvenir dan berphoto ria.
Beragam kegiatan selalu ditampilkan di tempat ini, mulai dari festival budaya, festival band, festival layang-layang sampai even olahraga. Menjelang senja kita dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yaitu matahari kembali keperaduannya, tidak heran wisatawan yang datang tidak mau melewatkan begitu saja peristiwa ini

Gurok Beraye

Objek Wisata Alam Gurok Beraye (Gunong Tajam) merupakan sebuah bukit tertinggi di Pulau Belitung, dengan tinggi 500 M di atas permukaan laut. Dari puncaknya kita dapat menyaksikan keindahan panorama Pulau Belitung. Kurang lebih 300 M dari puncaknya terdapat sebuah curug dimana masyarakat Belitung menamakannya
“Air Terjun Gurok Beraye” Airnya yang jernih jatuh kesebuah kolam alam yang cukup luas disertai kicauan burung yang terbang dari pohon kepohon lainnya membuat keasyikan tersediri bagi mereka yang menyenangi suasana alam bebas. Bagi yang ingin berwisata ziarah maka pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri jalan setapak mulai dari Air Terjun Gurok Beraye menuju ke puncak Gunung Tajam kurang lebih 2 Km. Disana terdapat Makam Syech Abubakar Abdullah salah seorang penyebar Agama Islam di Pulau Belitung. Jalan menuju kesana walaupun sudah beraspal namun anda harus hati-hati,
karena selain menanjak disisi kanan sepanjang jalan yang akan anda lalui terdapat jurang cukup dalam.

Batu Mentas

Batu Mentas – terletak di kawasan hutan lindung di Dusun Kelekak Datuk Kecamatan Badau sekitar 30 Km dari Pusat Kota Tanjungpandan. Pada lokasi ini terdapat sungai aliran airnya berasal dari wilayah Gunung Tajam.
Selain sudah dijadikan tempat rekreasi, tempat ini juga merupakan pusat konservasi “Tarsius Bancanus Saltator” yaitu hewan primata jenis ini hanya ada di Pulau Belitung. Masyarakat Belitung menamakannya “Pelilean”.
Untuk memudahkan pengunjung dapat melihat dari dekat hewan tersebut maka pihak pengelola telah menempatkannya pada sebuah kandang penangkaran. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan disini, pengunjung bisa menyusuri sungai dengan kano sambil menyaksikan pemandangan alam pegunungan yang menyegarkan. Kemudian haiking, flyingfog suatu
jenis olahraga yang penuh tantangan mungkin perlu anda dicoba disini. Apabila ingin merasakan suasana malam di hutan, pihak pengelola juga telah menyedikan tempat menginap berupa “Indosafaritent” dan beberapa rumah pohon yang presentatif.

Tarsius

Memiliki nama lengkap Tarsius bancanus atau Cephalopachus bancanus, Tarsius dikenal juga dengan sebutan Mentilin atau Pelilean di habitatnya di Bangka dan Belitung. Awalnya, hewan menggemaskan ini dianggap pembawa sial. Alasannya sederhana, saat pemburu mengincar kijang pada malam hari, si mata belo muncul–ia adalah hewan nokturnal–dan sering kali dikira kijang. Pemburu salah tembak sehingga kehilangan jejak targetnya. Perburuan gagal dan Tarsius jadi korban. Tarsius Termasuk Hewan Langka Mitos itu berkembang beberapa tahun silam, sebelum Pak Budi membangun konservasi di Taman Wisata Alam Batu Mentas pada tahun 2011. Sebuah upaya menjaga populasi Tarsius yang terus menurun akibat perburuan dan pembalakan hutan. Habitat yang terenggut berperan besar menyebabkan Tarsius–yang kini dinobatkan sebagai hewan endemis Bangka-Belitung–menjadi hewan berstatus langka di dunia. Terletak di Desa Kelekak Datuk, Kecamatan Badau, Belitung Barat, kita bisa mencapai Batu Mentas dalam waktu tiga puluh menit dari Kota Tanjung Pandan. Semula saya mengira akan melakukan aktivitas halang  rintang atau arung jeram, ternyata malah bertemu Pak Budi dan membahas banyak hal tentang Tarsius Belitung.

Tarsius Belitung masih terus diteliti, Tarsius Belitung berbeda dengan yang menghuni hutan Sulawesi. Ia tidak tinggal di lubang-lubang pohon, tetapi di bawah kanopi dedaunan. Istimewanya lagi, ia memiliki telinga yang mampu mengolah gelombang ultrasonik. Karena itu, jarang sekali kita akan mendengar suaranya. Ya, walaupun sempat menggeram saat saya mendekatinya untuk memotret.Saat melihatnya siang itu, Tarsius yang tinggal di kandang cukup luas di Batu Mentas, bergeming memeluk ranting. Sebagai hewan pemuja malam, wajar apabila ia tak beraktivitas pada siang hari.
Tapi, jangan terkejut apabila tiba-tiba kepalanya berputar ke arah kita. Kepala Tarsius dapat berputar hingga 270 derajat, Tarsius Belitung hidup soliter dengan pasangan dan anak-anaknya, yang disapih setelah berusia enam bulan. Setelah itu, sang anak akan mencari teritori baru dan menandainya dengan urine. Perilaku yang banyak dilakukan pula oleh hewan lain.

Nah, batas teritori ini akan dipertahankan pula dengan kemampuan ultrasonik mereka Penelitian selama bertahun-tahun masih dilakukan oleh Pak Budi. Ia berusaha menemukan cara agar hewan pemakan serangga ini tidak mengalami stres. Tarsius stres akan mudah mati, hal wajar pada Tarsius yang dikandangkan, yang tak lagi tinggal di hutan lepas. Pak Budi mempelajari pola hidup mereka, dari mulai cara tidur hingga cara makan. Selain itu, penyebaran Tarsius dari Sulawesi dan Kalimantan hingga ke daratan Sumatera menimbulkan pertanyaan lain, apakah dahulu pulau-pulau besar itu merupakan satu kesatuan. Pak Budi juga masih melakukan penelitian mengenal hal itu dan banyak hal lain. Hm, kalau begitu apakah teori Wallace tentang pembagian fauna Indonesia yang terbagi dua; fauna bagian barat dipengaruhi Asia dan bagian timur dipengaruhi Australasia, lantas gugur?Semua itu masih misteri, tapi keberadaan Tarsius di Belitung yang semula bagai hantu bagi para pemburu tidaklah demikian.