Kakorlantas Soal Warga Protes Imbas One Way: Risiko Jabatan



Jakarta, CNN Indonesia

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan kemarahan masyarakat yang terjebak macet imbas penerapan one way merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi.

Diketahui sempat terjadi kemacetan di tol Cipularang dari Bandung ke Jakarta akibat perpanjangan penerapan sistem satu arah atau one way di ruas tol Cikampek dari KM 47 pada awal arus mudik Lebaran.

“Enggak apa-apa kita dimarahin, jauh lebih baik dimarahi macet sekian jam daripada 24 jam, 36 jam, 72 jam kita macet gara-gara kita lepas itu dan itu risiko jabatan saya,” kata Firman kepada wartawan, Kamis (5/5).

Firman menuturkan sejak hari pertama penerapan one way saat arus mudik, kendaraan yang keluar Jakarta ke arah timur justru semakin ramai.

Disampaikan Firman, Korlantas bersama instansi terkait juga telah melakukan evaluasi terkait penerapan one way saat arus mudik.

Berdasarkan evaluasi, kata dia, capacity ratio atau sebagai indikator kelancaran lalu lintas selalu berada di atas angka 1. Padahal, pihaknya berupaya agar capacity ratio bisa berada di bawah angka 1.

“Kami petugas di lapangan harus mengupayakan rasio ini di bawah angka 1 untuk kelancaran. Sampai kemarin sore di gerbang tol utama menunjukkan angka 1,5; 1,3; 1,6. Artinya di atas 1,” ucap Firman.

Merujuk data itu, lanjut Firman, pihaknya harus selalu siap menerapkan berbagai cara bertindak. Ini sebagai bentuk intervensi untuk mengurai kemacetan.

“Namun pelaksanaannya tentunya kita melihat, memilih, mana yang paling sedikit merugikan aktivitas masyarakat artinya kemarin saat aktivitas kita one way menuju arah timur masyarakat dari arah Cipularang yang menjadi masalah,” tuturnya.

“Ya rekan-rekan berbesar hati saja, terimakasih sampai hari ini. Saya ingin memberikan semangat hari ini kita melayani kembali sampai masyarakat kenbali ke tempat asalnya,” imbuh Firman.

(ptr/fea)

[Gambas:Video CNN]






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »